Memulai Brand Clothing, Part. 2: Mencari Ide Desain

By 15 September 2020 Tips

Hi xpert people, gimana kabar cuan hari ini? Hehe, semoga dompet semakin tebel ye. Udah baca Part 1 tentang membangun brand clothing belum? Ini link-nya.

Part 2 ini kita mau ngebahas tentang mencari ide desain hingga bagaimana caranya kamu bisa jalin kerja sama dengan ilustrator-ilustrator lokal maupun internasional, kita juga akan kasih beberapa referensi ilustrator yang bisa kamu kontak dan ajak kerja sama.

Ini akan jadi part yang menarik, karena design adalah ‘nyawa’-nya sebuah brand, tapi sebelumnya, follow IG kita dulu ya di @xperteesID, kemudian check feeds kita karena banyak micro-blog yang bermanfaat buat nambah ilmu tentang dunia screen printing dan brand clothing. Selamat membaca!

A. Minimum Resolusi
Kenapa kita mengawali dengan ini? Karena sebagus apa pun desain kamu kalau tidak memenuhi kriteria minimum resolusi, hampir semua vendor akan kesulitan memproduksi desain kamu. Team produksi kami pun sering menemukan desain konsumen yang tidak sesuai dengan minimal resolusi, yang akhirnya, tidak bisa dibantu produksi. Sayang banget kan? Ya, ada minimum resolusi untuk hasil cetak yang optimal, yaitu 300 dpi.

Beberapa costumer juga mengirimkan desain yang ternyata suspect ngambil di internet (dibold italic biar jelas), ini kasus yang sangat sering, sehingga resolusinya ya… apa adanya. Meski menurut costumer desainnya sudah dimodifikasi sehingga terlihat lebih baik, dengan resolusi yang tidak cukup, hasilnya belum tentu akan sesuai ekspektasi.

Jadi ada baiknya, sebelum mengajukan design untuk diproduksi ke vendor manapun, agar dapat menyesuaikan minimum resolusi, tujuannya agar mendapat hasil cetak yang optimal. Sebenernya sah-sah aja ngambil di internet dan modifikasi, tapi jika desain kamu orisinal dibuat sendiri atau dibuatkan oleh ilustrator, pastikan minimum resolusinya yaps.

B. Originalitas
Meski ada pribahasa populer, “Originality is undetected plagiarism”, untuk menjaga branding clothing brand kamu, konsern ke originalitas desain adalah hal penting. Kenapa? Karena mulut dan tangan netizen itu tajam-tajam gaes, pft —sebenernya bukan masalah itu juga.

Konsep ATM (Amati Tiru Modifikasi) sah-sah aja asal ngga meniru ‘plek-plekan’. Selain bisa dicap brand plagiat / bootleg, yang berujung paling ekstrem adalah gugatan hukum, kuy kita mendukung karya-karya yang orisinal sebagai bentuk support kepada karya seniman-seniman. Jangan lupa, daftarkan nama brand kamu ke HKI untuk perlindungan pembajakan. 

C. Inspirasi
Nyari inspirasi ya di mana lagi selain Pinterest, hehe —selain itu juga banyak platform lain seperti Behance, dan sejenisnya. Bahkan kamu bisa mencari ide desain di Instagram, dan media social lainnya. Kamu juga bisa ngecek feeds brand-brand yang menjadi benchmark kamu.

D. Ilustrator Lokal
Kamu bisa mulai mencari freelancer-freelancer yang menawarkan jasa ilustrasi desain, banyak banget di Instagram, budget-nya juga beraneka ragam, mulai 50,000 IDR sampe juta-jutaan juga ada, tergantung portofolio mereka.

Ini beberapa akun ilustrator lokal di Instagram yang jasanya dipake banyak brand local dan brand international; @skitchism, @alib.isa, dan @healthypeople.art

Kenapa cuma 3 akun? Sans dulu, kamu perlu usaha sendiri juga hehe. Gampangnya, kamu bisa check following ketiga akun di atas, biasanya mereka ngefollow-follow seniman lain. Kamu jadi bisa nyari ilustrator yang sesuai dengan style brand kamu, dan tentunya sesuai dengan budget comission fee-nya, yaps, ada karya yang perlu diapresiasi di sini.

Kalo kamu tertarik dengan ilustrator dari luar negeri, kamu bisa mampir ke @danmumforddraw atau @stevenrhodesart.

“Kenapa jasa bikin desain mahal-mahal banget?”

Di sini kamu perlu belajar bernegosiasi, biasanya ilustrator menawarkan dua tipe kerja sama; 1) commission fee atau beli putus, yaitu kamu membayar untuk setiap 1 artwork yang dibuatkan ilustrator, atau kamu bisa tawarkan 2) kolaborasi, dengan term & condition yang disepakati dua belah pihak, biasanya dengan sistem sharing profit atau royalti.

E. Bikin Sendiri

“Ah daripada bayar, mendingan bikin sendiri, gue mau bikin pake microsoft paint.”

Bi—bisa sa juga… atau kalo menurut kamu terlalu ribet bikin sendiri, kamu bisa ngerecruit team yang memang jago bikin desain atau ilustrasi, bisa mulai dari temen SD, SMP, SMA, kuliah, atau mungkin mantan kamu ada yang jago gambar? Pft.


Kira-kira hal apa lagi ya yang belum dibahas di artikel ini? Kalo ada yang mau ditanyakan, kita open discussion ya, silakan tinggalkan komen di bawah atau interaksi yang lebih cepat bisa follow IG kita di @xperteesID.

Sampai ketemu di artikel berikutnya 😊

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.